
Welding Procedure Specification atau WPS merupakan dokumen yang berisikan informasi rinci mengenai prosedur dan parameter pengelasan, mulai dari material, jenis arus, kecepatan sampai ke tegangan las.
Prosedur las yang ada di dokumen ini bisa berubah tergantung dari posisi, material serta thickness atau ketebalan las. Tiga variabel ini bisa sangat mempengaruhi prosedur tersebut karena beberapa alasan utama. Untuk tahu apa saja alasannya lihat ulasan berikut ini.
Mengapa Material, posisi dan Ketebalan Las Mempengaruhi Prosedur Las?
Ketebalan, posisi dan material las bisa sangat mempengaruhi prosedur las yang ada di WPS. Perubahan ini terjadi karena beberapa alasan yang akan dijelaskan menurut variabel-variabelnya berikut ini.
1. Perubahan Material
Material yang digunakan untuk pengelasan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, seperti ketebalan, sifat korosi dan kekuatan yang sangat mempengaruhi prosedur maupun hasil las. Berikut ini beberapa contoh material yang bisa sangat berpengaruh pada prosedur pengelasan.
Logam Karbon
Material logam karbon seperti tembaga dan baja mempunyai kekuatan yang rendah, namun mempunyai kemampuan membentuk oksida cukup kuat yang sangat mempengaruhi kualitas hasil las. Agar hasil yang didapatkan optimal ketika menggunakan material ini maka harus melakukan perubahan pada prosedur las.
Contohnya adalah mengatur kecepatan dan suhu las secara tepat agar tidak terbentuk oksida. Selain itu, gunakan juga metode pengelasan yang tepat seperti las FCAW atau SMAW agar hasilnya lebih bagus dan berkualitas.
Logam Non Korosi
Material yang termasuk logam non korosi cukup banyak, diantaranya adalah aluminium, titanium dan stainless steel. Material ini mempunyai sifat korosi yang cukup rendah dengan kekuatan yang tinggi. Logam ini juga mampu membentuk oksida yang sangat kuat sehingga hasil las bisa berubah-ubah.
Agar hasil yang didapatkan bisa optimal maka perlu dilakukan penyesuaian pada prosedur las yang digunakan. Contoh prosedur yang tepat untuk material ini adalah menggunakan metode las MIG dan TIG. Selain itu, perlu juga memakai gas shield agar material terlindung dari oksida.
Komposit
Komposit merupakan material yang dihasilkan dari kombinasi beberapa material yang berbeda-beda. Material ini akan membentuk oksida yang cukup kuat sehingga perlu berhati-hati saat memilih prosedur las yang digunakan.
Hasil las akan terlihat bagus dan berkualitas apabila material ini dilas menggunakan metode TIG atau MIG. Selain itu, perlu juga menggunakan suhu serta kecepatan las yang tepat agar oksida yang terbentuk cukup rendah.
2. Perubahan Ketebalan
Perubahan ketebalan material akan sangat mempengaruhi prosedur, kecepatan dan kualitas las. Berikut ini contoh-contoh perubahan ketebalan yang dapat mempengaruhi.
Ketebalan yang Tebal
Material yang mempunyai ketebalan cukup tinggi bisa mempersulit proses pengelasan karena ada banyak material yang perlu dilas. Metode yang harus digunakan untuk mengelas material yang tebal adalah metode yang menggunakan suhu tinggi dan proses yang cepat seperti SMAW atau metode SAW.
Ketebalan Tipis
Material yang ketebalannya tipis lebih mudah untuk dilas, namun rentan sekali mengalami deformasi. Untuk menciptakan hasil yang maksimal dari logam tipis bisa menggunakan metode las GTAW atau MTAW. Metode cocok sekali untuk mengelas baja karbon atau baja ringan. Untuk hasil yang didapatkan sangat rapi dan halus.
Ketebalan Tidak Sama
Ketebalan material yang tidak sama atau berubah-ubah seperti sebelum di las dan saat sedang di las juga ikut mempengaruhi prosedur. Perubahan ketebalan ini akan mempersulit pengelas ketika melakukan pengelasan karena setiap terjadi perubahan harus menggunakan metode yang berbeda.
Untuk memproses logam dengan ketebalan seperti ini bisa menggunakan metode TIG. Metode ini mampu menghasilkan presisi yang tinggi dan hasil yang rapi. Metode ini cocok untuk logam yang mudah mengalami deformasi.
3. Perubahan Posisi Las
Posisi las yang dipilih pengelas bisa berpengaruh pada prosedur serta hasil. Umumnya ada beberapa posisi yang digunakan oleh pengelas, berikut ini beberapa contoh posisinya.
Posisi yang Tepat
Kalau pengelas sudah berada di posisi yang tepat maka akan mudah dalam melakukan pengelasan. Hasil yang didapatkan dari pengelasan dengan posisi seperti ini kualitasnya bagus dan tidak mudah mengalami deformasi.
Contoh posisi yang tepat adalah posisi datar, pada posisi ini pengelas melakukan pengelasan dari atas ke bawah sehingga logam cair dan arus panas bisa mengalir dengan lancar. Posisi ini dapat menghasilkan sambungan yang rapi dan kuat.
Posisi Tidak Tepat
Pengelas kalau berada di posisi yang tidak tepat maka pekerjaannya menjadi lambat dan hasil yang diperoleh tidak rapi. Selain itu, posisi ini juga akan membuat material menjadi tidak stabil dan mudah deformasi.
Contohnya posisi overhead, pengelas yang memilih posisi ini akan melakukan pengelasan dari atas ke bawah pada posisi overhead. Posisi ini akan menyebabkan logam cair mudah menetes dan tidak bisa dikendalikan sehingga hasil las menjadi cacat.
Dampak Buruk Perubahan Posisi, Ketebalan dan Material Las
Ada beberapa dampak buruk yang bisa dialami ketika terjadi perubahan pada posisi, material dan ketebalan material las. Contoh dampaknya adalah kualitas hasil mengalami penurunan yang terjadi karena posisi las yang berubah ketika proses pengelasan berlangsung.
Perubahan ini juga dapat membuat waktu pengelasan menjadi lebih lama yang akhirnya mengakibatkan biaya operasional meningkat drastis. Agar tidak mengalami dampak seperti ini maka harus bisa menggunakan elektroda yang tepat dan melakukan pengaturan mesin las dengan baik supaya hasilnya lebih optimal.
Selain itu, gunakan juga teknik pengelasan yang sesuai dengan jenis dan ketebalan material. Kalau material yang digunakan merupakan logam karbon dengan ketebalan yang tinggi maka bisa pilih metode SAW, FCAW atau SMAW. Penggunaan salah satu metode ini dapat mencegah terjadinya deformasi dan menciptakan hasil las yang rapi.
Agar pengelas atau welder bisa menggunakan metode-metode tersebut dengan benar maka perlu mengadakan pelatihan welder yang dapat meningkatkan kemampuan mereka. Kalau sudah mengikuti pelatihan dengan rutin maka welder bisa dengan cepat mengatasi perubahan ketebalan material maupun posisi las.
Kalau Anda tertarik mengadakan pelatihan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan pengelas maka bisa bekerja sama dengan PT Allpro Mirai Indonesia selaku salah satu penyedia pelatihan welder terbaik di Indonesia. Pelatihan yang diadakan Allpro mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelas. Untuk biayanya tidak terlalu mahal jadi kalau ikut pelatihan ini tidak membuat biaya operasional menjadi mahal.
Frequently Asked Questions
1. Apa saja jenis material las yang dapat mempengaruhi prosedur las?
Contoh materialnya adalah logam karbon, logam non korosi dan komposit.
2. Apa teknik las yang cocok untuk logam tipis dan tebal?
Metode yang tepat untuk logam tipis adalah GTAW dan MTAW, sedangkan untuk yang tebal adalah SAW atau SMAW.
3. Bagaimana posisi yang tepat dalam proses pengelasan?
Posisi yang tepat adalah posisi datar, pada posisi ini pengelas melakukan pengelasan dari bagian atas ke bawah.
4. Apa saja dampak buruk dari perubahan posisi, jenis dan ketebalan material las?
Dampaknya adalah kualitas hasil las menurun dan waktu pengelasan menjadi lebih lama.