Jasa Allpro

Jasa Allpro

1. TRAINING

1.1. Juru Las (Welder)

Mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No : PER.02/MEN/1982 tentang kwalifikasi juru las di tempat kerja, yang meliputi kwalifikasi juru las untuk ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul dengan proses las busur listrik, las busur listrik submerged, las gas busur listrik tungsten, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (secara manual), otomatis atau kombinasi. PT Allpro Mirai Indonesia, berkomitmen untuk mencetak juru las yang mampu melakukan pengelasan dengan baik dan mengedepankan aspek keselamatan kerja.

Juru las dikatakan terampil apabila mampu melewati serangkaian ujian pengel  asan dengan hasil yang memuaskan serta mempunyai sertifikat juru las yang disahkan oleh pihak berwenang.

PT Allpro Mirai Indonesia, mempunyai program pelatihan welder adalah sebagai berikut :

  • Proses las: GTAW, SMAW, GMAW, FCAW, SAW dan OAW
  • Posisi las:   – Fillet (1F, 2F, 3F, 4F, 5F)
  • Grove (1G, 2G, 3G, 4G, 5G, 6G, 6GR)

1.2. Training Inspeksi Visual Hasil Pengelasan Dan Material

Untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan, perlu dilakukan inspeksi dengan metode pengujian merusak (Destructive test) maupun pengujian tanpa merusak (Non Destructive Test). Tahap pengujian awal yang bisa langsung dilakukan sesaat setelah proses pengelasan selesai, adalah inspeksi secara visual. Inspeksi Visual dilakukan untuk memeriksa hasil pengelasan apakah terbebas dari cacat dan ketidaksempurnaan pengelasan lain yang tidak sesuai dengan acuan standard.

Ditunjang dengan peralatan inspeksi yang lengkap sesuai kemungkinan indikasi cacat visual yang ada, PT Allpro Mirai Indonesia memberikan pengetahuan serta pelatihan inspeksi visual untuk memeriksa material, hasil pengelasan, cacat pengelasan serta ketidaksempurnaan hasil las yang disesuaikan dengan syarat permintaan standard yang berlaku.

1.3. Welding Technology

Berdasarkan ASME Section IX QW-490, definisi dari pengelasan adalah penyambungan terlokalisasi dari logam (metal) atau non logam yang dihasilkan dengan memanaskan material hingga temperatur las, dengan atau tanpa menggunakan tekanan (pressure), atau hanya tekanan, dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi (filler metal). Proses pengelasan banyak diklasifikasikan berdasarkan sumber panasnya dan metode pengelasannya

PT Allpro Mirai Indonesia memberikan pengetahuan dan pemahaman teori pengelasan, proses pengelasan, posisi pengelasan, design sambungan las, welding consumable dan cara penanganan perbaikan (repair) pada hasil las. Sehingga dapat mencetak SDM dalam bidang pengelasan yang mampu dan memahami pengelasan secara teori dan praktiknya.

1.4. Uji Merusak (Destructive Test)

PT Allpro Mirai Indonesia memberikan program pengetahunan dan pemahaman jenis pengujian merusak (Destructive Test) yang umum dilakukan untuk mengetahui kualitas material logam, baik material mentah (raw material) maupun material hasil pengelasan.

Dengan mempelajari beberapa standard acuan, hingga pelatihan uji yang meliputi persiapan spesimen, teknik pengujian, dan evaluasi hasil uji. PT Allpro Mirai Indinesia mampu melayani beberapa jenis pengujian merusak sebagai berikut :

  • Tensile Test
  • Bending Test
  • Hardness Vickers Test
  • Charpy Impact Test
  • Macro Photo examination
  • Nick Break Test
  • Fillet Weld Break Test/Fracture Test
  • Flattening Test
  • Microstructure
  • Chemical Analysis (Spectro)

2. Kualifikasi Juru Las

Endorsed by: MIGAS, KEMNAKER, DNV GL, EBTKE

Khusus untuk sertifikasi welder KEMNAKER disebut Pembinaan juru las KEMNAKER dilaksanakan sesuai dengan PERMENAKER No: PER.02/MEN/1982 dan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenaga Kerjaan Dan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Nomor 04 Tahun 2017. Dengan ujian praktek sebagai berikut:

  • Juru las kelas I    : 1G, 2G, 3G, 4G, 5G, 6G
  • Juru las kelas II   : 1G, 2G, 3G, 4G
  • Juru las kelas III : 1G, 2G

3. Desain WPS PQR

Mengacu pada ASME Section IX, Welding Procedure Specification (WPS) atau spesifikasi prosedur las merupakan prosedur tertulis tentang pengelasan yang sudah terkualifikasi untuk memberikan arahan dalam membuat produksi pengelasan (production weld) sesuai dengan persyaratan dari standar yang dipakai.

Dalam Pembuatan WPS, perlu dilakukan simulasi pembuatan produk pengelasan atau biasa disebut test kupon, dengan design dan parameter las yang sudah ditentukan oleh Welding Engineer yang telah disesuaikan dengan persyaratan dari standard. Dalam pembuatan Test Kupon, semua data actual, mulai dari data material, proses pengelasan, posisi pengelasan dan parameter pengelasan, dicatat pada sebuah dokumen yang biasa disebut Procedure Qualification Record (PQR).

Produk hasil pengelasan test kupon, selanjutnya dilakukan pengujian, baik pengujian tanpa merusak (Non Destructive Test) maupun pengujian merusak (Destructive test) sesuai dengan standart/ code yang dipakai. Dengan tujuan memastikan parameter yang telah dibuat dalam WPS dapat menghasilkan produk pengelasan yang berkualitas sesuai yang dipersyaratkan standart.

Dokumen asli dari WPS, PQR dan hasil pengujian, selanjutnya dilakukan keabsahan dokumen dengan ditandatangani oleh pihak pembuat WPS (Welding Engineer), Pejabat Perusahaan pemilik WPS, dan Pejabat dari regulator yang berwenang.

PT Allpro Mirai Indonesia melayani desain WPS dengan meyediakan peralatan dan workshop yang lengkap serta dirancang oleh tenaga Welding Engineer yang professional untuk melayani Desain WPS sesuai dengan Standard AWS D1.1, ASME Sect. IX, API 1104, EN, DNV dan lainya. Dengan endorse regulator dari MIGAS, KEMNAKER, DNV GL, EBTKE, dll.

4. KONSULTAN BIDANG TEKNIK DAN PENGELASAN

PT Allpro menyediakan jasa konsultasi bidang teknik dan pengelasan antara lain:

  • Desain tangki, pressure vessel dan structure
  • Analisa kegagalan (failure analysis)
  • Welding repair