Ultrasonic Testing untuk Deteksi Cacat Internal Material

Sama seperti komponen industri lainnya, pipa, plat, dan sambungan las memiliki umur pakai yang terbatas. Semakin lama digunakan, risiko kerusakan akan semakin meningkat, termasuk penipisan material yang dapat memicu kebocoran. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala agar kerusakan dapat terdeteksi lebih awal sebelum mengganggu proses produksi.

Jenis Kerusakan Internal dan Cara Penanggulangan

Seiring waktu, bagian dalam pipa dapat mengalami kerusakan akibat berbagai faktor, seperti paparan uap air, aliran fluida yang berlangsung terus-menerus, serta kondisi operasional yang berjalan tanpa henti. Jika tidak ditangani dengan baik, kerusakan tersebut dapat menurunkan kinerja sistem, mengurangi umur pakai pipa, hingga meningkatkan risiko kebocoran.

Berikut beberapa jenis kerusakan internal yang paling sering ditemukan pada pipa:

Korosi 

Korosi merupakan proses penurunan kualitas material yang terjadi akibat reaksi kimia atau elektrokimia secara bertahap. Pada sistem perpipaan, korosi umumnya muncul karena logam terus-menerus bersentuhan dengan air, udara, atau zat lain yang bersifat korosif.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengikis permukaan pipa, mengurangi ketebalan material, hingga memicu kebocoran. Ada berbagai faktor yang dapat mempercepat terjadinya korosi, di antaranya:

Jenis material

Sifat dasar logam ada yang mudah melepas ion, misalnya besi. 

Kondisi asam basa

Pada kondisi proses dengan asam atau basa ekstrem, memacu proses korosi yang lebih kuat akibat mudahnya lapisan ion dilepas oleh material.

Humiditas tinggi

Korosi akan lebih cepat terjadi ketika kontak dengan uap air meningkat. Artinya dengan humiditas/ kelembapan lebih tinggi dapat mempercepat proses korosi.

Suhu proses yang ekstrem

Peningkatan suhu membuat kestabilan permukaan turun sehingga ion lebih mudah dilepas.

Kandungan bahan kimia 

Penggunaan bahan tambahan seperti garam, mampu memicu korosi lebih cepat terjadi.

Kontaminasi material dari luar

Adanya debu dan kotoran selama proses juga memudahkan terjadinya korosi.

Korosi yang terjadi secara terus-menerus dapat mengikis permukaan material, mengurangi ketebalan pipa, hingga meningkatkan risiko kebocoran.

Untuk memperlambat laju korosi, beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan antara lain memberikan lapisan pelindung antikarat atau galvanisasi pada permukaan material, melakukan pengeringan pipa secara berkala untuk mengurangi paparan air, serta menerapkan sistem proteksi katodik dengan aliran listrik pada pipa yang ditanam di dalam tanah.

Kerusakan Mekanis Pada Baut

Untuk menyambung plat, umumnya menggunakan baut. Namun jika kekencangan baut tidak pas, terjadi kelebihan torsi akan mengikis plat. Jika baut longgar, segera lakukan penggantian dengan baut yang sesuai. Bisa juga mengganti baut standar dengan baut kualitas tinggi, yang dipasang dengan torsi pas.

Cacat Pengelasan

Adanya cacat pengelasan mengakibatkan keretakan sambungan. Kesalahan umum pengelasan adalah penggunaan ampere yang kurang sesuai dengan suhu peleburan material. Bila ditemukan sambungan las yang kurang presisi, segera potong dengan gerinda bagian yang rusak, kemudian ulangi lagi pengelasan dengan memastikan ampere pada alat sesuai dengan suhu optimal peleburan material.

Deteksi dini kerusakan pada material proses paling mudah adalah dengan tes visual. Misalnya adanya perubahan warna seperti kehijauan, retakan yang terlihat pada sisi atas material, atau baut kendor. Tapi, pengujian ini efektif jika terjadi pada ujung pipa, atau sambungan yang tidak tertutup material lain. Untuk pengujian yang tidak terlihat dengan mata biasa, tentu perlu tes yang lebih komprehensif.

Pengujian ideal yang dapat dilakukan adalah yang tidak merusak material bahan itu sendiri. Mencegah adanya proses pemotongan, atau penggunaan kimia bisa dijadikan spesifikasi tes yang dilakukan. Untuk itu, ultrasonic test dapat menjadi jawaban.

Apa Itu Ultrasonic test?

Ultrasonic test adalah pengujian kualitas bahan dengan mengalirkan gelombang frekuensi tinggi (0,1-15 MHz) ke dalam pipa dalam sebuah proses produksi. Setelah pengolesan gel dalam pipa, probe ditempelkan pada ujung pipa. Pencitraan gelombang kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang terlihat dalam layar monitor alat.

Sudah ada standar lama waktu dan hasil citra yang baik untuk pipa dengan kondisi layak pakai dan minim kerusakan. Bila gelombang frekuensi atau pencitraan pada layar terekam lebih cepat atau justru ada gangguan selama pengiriman gelombang, besar terjadi kerusakan pada pipa. Kerusakan yang terdeteksi dapat berupa rongga atau retakan, atau bisa jadi korosi. 

Waktu normal pengujian gelombang adalah sekitar lima sampai tiga puluh titik per satu titik pengujian pipa, atau lima sampai lima belas menit per sambungan las pipa. Lama proses hasil terbaca pada layar kurang lebih satu jam. Bila terjadi bias dari standar angka ini, teknisi dapat memperkirakan kerusakan yang terjadi dalam pipa.

Kelebihan Tes Ultrasonik

Selain sifatnya yang non destruktif, tes ini direkomendasikan oleh banyak ahli dengan pertimbangan:

Data Cepat

Dengan rentang waktu tes yang singkat, didapatkan hasil realtime yang langsung diperoleh dari lapangan.

Data Akurat

Pencitraan hasil pada layar monitor mudah diinterpretasikan oleh teknisi sehingga didapatkan hasil akurat.

Daya Tembus Tinggi

Pengujian ini bisa dilakukan untuk beragam pipa dengan beragam material dan ketebalan.

Kekurangan Tes Ultrasonik

Tes ultrasonik dapat memberikan hasil yang kurang akurat pada pipa yang sudah mengalami korosi berat atau memiliki lapisan material yang kompleks. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pembacaan gelombang ultrasonik sehingga hasil inspeksi menjadi kurang optimal.

Namun, keterbatasan ini tidak mengurangi efektivitasnya sebagai metode deteksi dini. Justru dengan pemeriksaan berkala, potensi kerusakan dapat ditemukan sebelum kondisi pipa mencapai tingkat korosi yang parah dan tidak lagi layak digunakan.

Manfaat Deteksi Kerusakan Dini Pada Pipa

Kerusakan awal yang terdeteksi pada pipa, plat, dan sambungan dapat digunakan sebagai acuan proses perawatan. Saran untuk pelapisan material, pengeringan pipa, pemberian cairan anti karat untuk mencuci pipa, atau ekstremnya sampai penggantian pipa dapat ditentukan dari hasil ultrasonik tes. Efisiensi yang tinggi akan lebih tercapai karena sebelum terjadi kebocoran proses produksi, sudah bisa termaintain dengan baik.

Waktu Tepat Untuk Melakukan Tes Ultrasonik

Pengujian memang penting, tapi jika dilakukan secara serampangan justru tidak memberikan manfaat yang signifikan. Waktu yang disarankan adalah:

  • Sebelum melakukan perawatan rutin sebagai dasar data perawatan
  • Saat menemukan visual kerusakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut
  • Inspeksi audit rutin (biasanya tahunan dan bisa dilakukan oleh pihak ketiga)

Konsultasi Tes Ultrasonik

Pelaksanaan tes ultrasonik umumnya dapat diserahkan kepada vendor yang berpengalaman dan bersertifikasi. Informasi seperti jenis dan ukuran pipa, kondisi operasional, serta lokasi pemasangan pipa biasanya diperlukan untuk menentukan metode pemeriksaan, durasi pekerjaan, dan estimasi biaya.

PT Allpro Mirai Indonesia siap membantu kebutuhan inspeksi industri dengan tenaga ahli dan peralatan yang memadai. Didukung proses kerja yang cepat dan hasil pengujian yang akurat, berbagai informasi layanan dapat diperoleh melalui kontak yang tersedia.

Frequently Asked Questions

1. Apa saja kerusakan yang umum terjadi pada pipa, plat, dan sambungan las?

Korosi, kesalahan mekanis baut, dan cacat pengelasan.

2. Apa pengujian yang disarankan untuk mengetes kerusakan pada pipa?

Tes Ultrasonik menjadi pilihan karena sifatnya non destruktif, tapi hasilnya cepat dan akurat.

3. Apa manfaat deteksi dini kerusakan pada pipa?

Dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

4. Apakah Ultrasonik Tes cocok untuk pengecekan segala kondisi pipa?

Tidak, pada pipa dengan korosi parah dan pipa dengan bahan pelapis kompleks kurang akurat datanya.

Leave a Comment