Ultrasonic Test untuk Mengukur Ketebalan Pipa

Pipa menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam industri yang menggunakan fluida. Mulai dari industri kilang minyak, pengolahan limbah, atau makanan hampir semua menggunakan pipa untuk mendukung proses produksi. 

Jenis Pipa berdasarkan bahan yang digunakan

Secara umum, pipa industri dibagi menjadi dua kategori yaitu pipa logam dan pipa non-logam. Pemilihan jenis pipa biasanya disesuaikan dengan suhu operasi, tekanan, serta karakteristik fluida yang dialirkan.

Pipa logam, seperti baja, besi, tembaga, dan galvanis, umumnya digunakan pada aplikasi bersuhu tinggi dan untuk mengalirkan fluida seperti air, minyak, maupun gas. Material ini dikenal memiliki struktur yang kuat dan tahan lama, meskipun biaya pengadaannya relatif lebih tinggi.

Sementara itu, pipa non-logam, seperti plastik, fiberglass, dan PVC, lebih banyak digunakan pada aplikasi bersuhu rendah. Jenis pipa ini sering dimanfaatkan untuk sistem distribusi air maupun pelindung instalasi listrik karena sifatnya yang fleksibel serta memiliki biaya yang lebih ekonomis dibandingkan pipa logam.

Selain jenis material, ketebalan pipa juga perlu disesuaikan dengan kondisi operasi, termasuk suhu dan tekanan proses. Seperti komponen industri lainnya, pipa memiliki umur pakai tertentu sehingga memerlukan inspeksi dan perawatan secara berkala untuk menjaga kinerjanya.

Seiring waktu, pipa berisiko mengalami korosi yang dapat menyebabkan penipisan dinding material. Korosi umumnya terjadi akibat paparan kelembapan, oksigen, maupun lingkungan operasi yang bersifat korosif. Kerusakan ini tidak selalu terjadi sepanjang jalur pipa, tetapi dapat muncul pada titik-titik tertentu sehingga sulit dideteksi tanpa pemeriksaan yang memadai.

Pada beberapa kasus, tanda-tanda korosi dapat terlihat secara visual, misalnya perubahan warna atau munculnya endapan pada permukaan pipa. Namun, jika kerusakan terjadi di bagian tengah pipa, area lekukan, atau sambungan las, inspeksi visual saja sering kali tidak cukup. Oleh karena itu, diperlukan metode pengujian yang lebih komprehensif untuk mengetahui kondisi material secara akurat.

Pengujian yang ideal untuk mengecek kualitas pipa adalah tanpa merusak permukaan pipa. Kegiatan pemotongan, penggunaan bahan kimia yang mengikis lapisan pipa, dan pengelasan sebaiknya dihindari untuk mengurangi biaya pengeluaran perusahaan.

Ultrasonic test bisa menjadi solusi karena memberikan pengujian yang sifatnya non destruktif. Prinsip pengujiannya adalah dengan mengalirkan gelombang radio frekuensi tinggi (0,1 – 15 MHz) dari ujung pipa dengan menggunakan alat Bernama Transducer.

Selama perjalanan melewati pipa yang diuji, gelombang ini akan dikonversikan menjadi pantulan sinyal listrik yang dilihat pada layar monitor alat pengujian. Hasil ini yang dibaca dan diinterpretasikan oleh teknisi mengenai gambaran kondisi pipa yang sedang diuji.

Dari hasil ini bahkan dapat dihitung perkiraan laju korosi pipa. Angka ini dapat dipakai untuk maintenance sampai dengan penggantian pipa.

Kelebihan Tes Ultrasonik

Selain sifatnya yang tidak merusak material, pengujian ini kerap diaplikasikan untuk skala industri karena memberikan beberapa keuntungan :

Data cepat

Pengujian gelombang pantul hanya membutuhkan waktu sekian detik sampai menit. Lamanya pengujian tergantung dari ukuran diameter dan panjang pipa.

Makin besar dan lama tentu sekali tes akan lebih lama. Sinyal listrik juga langsung terbaca pada layar monitor sehingga teknisi dapat melakukan banyak tes dalam sekali siklus pengujian. 

Data akurat

Selain pembacaan hasil dapat didapat secara real time, akurasi data pada tampilan layar juga sangat minim eror. Interpretasi yang dilakukan oleh teknisi juga mudah dilakukan. Keseluruhan proses yang dapat selesai di tempat pengujian menjadi nilai lebih penggunaan tes ini.

Daya tembus tinggi 

Terutama pada material tebal, tes ini tetap bisa membaca hasil dengan baik. Tes ini cocok diterapkan pada setiap material pipa yang digunakan.

Secara keseluruhan, data output yang diberikan setelah melakukan serangkaian tes ini dapat dijadikan acuan apakah akan dilakukan perbaikan, penguatan ,atau penggantian pipa. Kecermatan setelah penghitungan yang teliti tentu membantu meningkatkan efisiensi usaha.

Bagaimanapun korosi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pipa yang ditandai dengan permukaan yang rapuh, hingga kebocoran fluida yang mengakibatkan kerugian.

Kekurangan Tes Ultrasonik

Berdasarkan data yang terkumpul, hasil kurang baik atau bias data juga berisiko muncul ketika pengujian dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:

  • Pipa sudah mengalami korosif parah
  • Pengujian pada pipa dengan bahan berlapis yang kompleks

Untuk dua keadaan di atas, pengujian lebih lanjut dapat dilakukan dengan pengulangan sampling tes. Normalnya untuk satu rangkaian pipa, sepuluh sampai lima belas titik cukup memberikan hasil real, namun jika kondisi pipa tidak cukup baik, titik uji dapat ditambah sekitar dua puluh atau tiga puluh titik.

Lebih dari itu pengujian mendalam juga dapat dijadikan alternatif, karat juga dapat diambil dari dalam pipa untuk pengujian lebih lanjut di laboratorium. 

Waktu Tepat Melakukan Tes Ultrasonik

Lalu akan muncul pertanyaan kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk melakukan tes ultrasonik. Berikut penjelasan singkatnya :

Saat maintenance rutin

Semua bahan pipa berpotensi menghasilkan proses korosi. Sangat umum bagi perusahaan melakukan peremajaan pipa dengan beragam cara perawatan umum.

Mulai dari pelapisan coating pada permukaannya (pengecatan permukaan pipa dengan lapisan antikarat atau galvanisasi), memberikan proteksi katodik terutama pada pipa yang ditanam (mengalirkan arus listrik untuk menyeimbangkan ion katalis korosi), atau perawatan rutin (pengeringan pipa, mengalirkan fluida bahan antikarat pada pipa).

Setelah secara visual terlihat kerusakan

Pipa yang baik memberikan gambaran permukaan yang homogen dan rata. Jika secara visual sudah tampak tanda kerusakan seperti perubahan warna pada permukaan pipa, engineer dapat meminta dilakukan pengujian pipa untuk mencegah kerusakan berlebih.

Saat audit berkala

Proses inspeksi dari pihak ketiga memberikan perbandingan penilaian gambaran kondisi pipa. Adanya dual control dari engineer dan audit diharapkan dapat memberikan nilai konkret yang lebih terjaga.

Lalu apakah setiap perusahaan harus memiliki alat dan staf pengujian kualitas pipa sendiri? Hal ini menarik untuk dibahas. Mengingat harga alat uji per unit yang cukup mahal dan pengujian yang tidak perlu dilakukan sepanjang waktu, rasanya tidak harus semua beban kerja diberikan kepada engineer.

Mengalihkan pekerjaan ke vendor luar bisa menjadi solusi yang bagus dan efisien, tentu saja dengan akurasi yang tinggi. Mempercayakan pengujian dan penanganan pipa dalam industri juga harus dilakukan oleh vendor berpengalaman dan tersertifikasi dengan layak.

Pengujian oleh teknisi yang andal dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dalam proses maintenance pipa. Teknisi dari konsultan terpercaya seperti PT Allpro Mirai Indonesia dapat menjadi pilihan partner yang terpercaya. PT Allpro menawarkan pengujian yang komprehensif dengan harga yang bersaing. 

Frequently Asked Questions

1. Apakah kerusakan akibat korosi hanya terjadi pada pipa logam?

Tidak. Kerusakan pipa bisa terjadi bahkan pada pipa dengan material plastik.

2. Apa pengujian paling baik untuk mengukur ketebalan pipa?

Ultrasonik tes, karena tidak merusak pipa, hanya mengalirkan gelombang frekuensi tinggi dari mulut sampai ujung pipa.

3. Apa kelebihan Ultrasonik tes?

Data cepat, akurat, dan bisa digunakan untuk material tebal.

4. Apakah pengujian kerusakan pipa bisa diserahkan ke vendor?

Ya, pemilihan vendor dengan pengalaman dan berkualitas membantu meningkatkan efisiensi usaha.

Leave a Comment