Perbedaan Sertifikasi Welder dan Kualifikasi Las

Kualitas hasil las dalam dunia industri sangatlah penting karena dapat menentukan keamanan, keawetan dan keamanan struktur yang dibangun dari proses pengelasan. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dibutuhkan dua aspek utama yaitu kualifikasi prosedur las dan juga sertifikasi welder. 

Meskipun kedua aspek tersebut berhubungan namun mempunyai cukup banyak perbedaan. Pada artikel ini akan dibahas secara mendalam mengenai perbedaan-perbedaannya.

Perbedaan Utama Antara Sertifikasi Welder dengan Kualifikasi Prosedur Las

Ada beberapa perbedaan yang sangat terlihat antara kualifikasi prosedur las dan sertifikasi welder, berikut ini beberapa contoh perbedaannya.

Definisi 

Dilihat dari definisi terdapat perbedaan yang sangat jelas. Pengertian sertifikasi adalah pengakuan dari badan resmi untuk welder yang menjadi bukti bahwa welder bisa memenuhi kompetensi dan mempunyai kemampuan las yang bagus. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, welder harus mengikuti pelatihan, mengikuti tes dan lolos ujian serta bisa menghasilkan struktur las yang berkualitas dan rapi.

Sedangkan kualifikasi prosedur las merupakan proses verifikasi dan evaluasi terhadap prosedur, parameter, dan metode pengelasan yang digunakan welder secara konsisten dan berulang untuk menghasilkan las yang memenuhi standar dan syarat tertentu.

Tujuan 

Tujuan pembuatan sertifikasi dan kualifikasi berbeda sekali. Pembuatan sertifikasi bertujuan untuk memastikan kemampuan yang dimiliki welder bagus atau tidak dan mengecek berapa banyak metode las yang sudah dikuasai.

Selain itu, welder juga sudah paham dengan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja. Jadi kalau sudah memenuhi sertifikasi ini maka hasil las yang dibuat bisa memenuhi semua persyaratan utama pada industri seperti persyaratan ketahanan, keamanan dan kekuatan.

Kalau tujuan kualifikasi prosedur las yaitu memastikan bahwa semua prosedur pengelasan, mulai dari material, parameter, teknik serta kondisi kerja bisa menghasilkan las yang digunakan welder bisa menghasilkan las yang memiliki ketahanan, kekuatan dan keamanan yang memenuhi standar.

Fokus Utama

Objek utama atau fokus utama sertifikasi welder sangatlah berbeda dengan kualifikasi prosedur. Kalau sertifikasi welder fokus pada kemampuan yang dimiliki welder.

Sertifikasi ini membuktikan bahwa welder sudah mempunyai kemampuan yang bagus dan selalu konsisten mengikuti semua prosedur yang ada di WSP yang dibuat oleh insinyur sehingga bisa mengerjakan pengelasan dengan hasil yang jauh dari kata cacat sedangkan objek pada kualifikasi prosedur adalah metode pengelasan.

Pada proses kualifikasi ini akan dibuktikan secara metalurgi dan ilmiah mengenai parameter yang digunakan, kalau parameternya tepat maka sambungkan las yang dibuat bisa mempunyai kekuatan mekanik yang sesuai standar desain rekayasa yang berlaku.

Variabel Esensial

Pada standar internasional seperti ASME Section IX terdapat beberapa variabel esensial yang diuji. Variabel ini berbeda antara welder dan prosedur las. Pada kualifikasi prosedur akan diuji variabel yang berhubungan dengan fisika dan metalurgi las seperti kelompok material dasar, komposisi kimia las, kelompok material pengisi las, pemanasan awal dan lain sebagainya.

Sedangkan variabel yang diuji pada sertifikasi welder berhubungan dengan keterampilan manual dan ergonomi. Contoh variabelnya adalah posisi las, jenis sambungan, ketebalan material yang dilas dan diameter pipa. Selain itu, dilakukan pengecekan juga terhadap hasil las yang dibuat, apakah dilakukan dari satu sisi atau dua sisi.

Dokumen yang Dihasilkan

Kualifikasi prosedur dan sertifikasi welder menghasilkan dokumen yang berbeda. Untuk kualifikasi prosedur menghasilkan Procedure Qualification Record ( PQR ). Dokumen ini adalah catatan yang berisi hasil uji di laboratorium yang sifatnya rahasia. Selain itu, prosedur ini juga menghasilkan WPS yang berisikan metode atau prosedur las yang harus dipahami dan dipatuhi welder.

Proses sertifikasi menghasilkan dokumen bernama Welder Performance Qualification ( WPQ ) atau surat izin las. Dokumen ini merupakan surat izin welder untuk melakukan pengelasan di proyek. Selain itu, dokumen ini juga berisi informasi tentang batas kualifikasi welder seperti kualifikasi tentang material yang bisa digunakan atau ketebalan material.

Jenis Pengujian

Pengujian yang dilakukan untuk kualifikasi dan sertifikasi tidaklah sama. Kualifikasi prosedur melibatkan pengujian yang dilakukan di laboratorium seperti uji destruktif. Petugas yang melakukan pengujian akan mengambil sampel hasil las lalu dihancurkan untuk dianalisis kekuatannya. Kalau sampelnya tidak mudah retak ataupun patah berarti hasil las memiliki kekuatan yang cukup untuk menopang beban. 

Untuk pengujian pada welder biasanya hanya dilakukan uji non destruktif saja seperti uji lengkung, ultrasonik dan radioaktif. Hasil yang didapatkan dari pengujian ini adalah mengetahui kondisi hasil las secara keseluruhan dan tahu hasilnya sempurna atau tidak. Kalau ternyata ditemukan cacat maka welder belum pantas memperoleh sertifikasi.

Masa Berlaku

Masa berlaku sertifikasi welder sangatlah berbeda dengan masa berlaku kualifikasi prosedur. Sertifikasi yang didapatkan welder akan berlaku selama 6 bulan lebih. Masa berlaku ini akan berakhir apabila welder tidak mengelas lebih dari 6 bulan karena PHK atau sakit. Untuk bisa mendapatkan sertifikat lagi maka welder harus melakukan uji ulang dari awal lagi.

Masa berlaku kualifikasi prosedur bertahan selamanya jika variabel esensial tidak mengalami perubahan. Contohnya WPS baja ringan yang disusun 2 tahun lalu bisa tetap berlaku jika prosedur yang ada masih bisa digunakan. Tapi kalau sudah tidak lagi berhasil karena adanya perubahan kode standar maka dilakukan uji ulang atau membuat WPS baru.

Peran Penting Sertifikasi Welder dan Kualifikasi Prosedur Las

Sertifikasi dan kualifikasi wajib dimiliki karena kedua aspek ini punya peranan penting dalam proses pengelasan. Contohnya yaitu dapat menjamin kualitas serta keamanan hasil pengelasan. Dengan adanya kualifikasi dan sertifikasi maka welder bisa melakukan pekerjaan sesuai aturan dan prosedur sehingga hasil las kualitasnya bagus dan minim terjadi kecelakaan kerja.

Selain itu, juga bisa menjamin pengelasan berjalan sesuai aturan dan regulasi. Selama proses pengelasan patuh dengan regulasi maka pihak yang melakukan pengelasan tidak bermasalah dengan hukum. Hal ini akan meningkatkan efisiensi bisnis dan juga produktivitas pekerja.

Kalau ingin welder yang dimiliki bisa mempunyai sertifikasi dan bisa melakukan aktivitas sesuai kualifikasi prosedur sebaiknya gunakan layanan jasa sertifikasi tukang las yang disediakan PT Allpro Mirai Indonesia. Layanan yang ditawarkan Allpro cukup beragam, mulai dari layanan pelatihan, sertifikasi welder, jasa pembuatan las dan lain sebagainya.

Frequently Asked Questions

1. Apa saja perbedaan kualifikasi prosedur las dan sertifikasi welder?

Perbedaannya terletak pada definisi, masa berlaku, dokumen yang dihasilkan, jenis pengujian, tujuan, fokus utama dan variabel essensial.

2. Apa saja uji coba yang dilakukan di sertifikasi welder dan kualifikasi prosedur?

Uji coba pada sertifikasi adalah uji non destruktif, sedangkan kualifikasi prosedur melakukan uji destruktif di laboratorium.

3. Apa saja dokumen yang dihasilkan dari proses kualifikasi prosedur dan sertifikasi welder?

Dokumen yang dihasilkan dari sertifikasi welder adalah Welder Performance Qualification dan dokumen dari proses kualifikasi prosedur las adalah Procedure Qualification Record.

4. Apa saja peran kualifikasi prosedur las dan sertifikasi welder?

Perannya adalah menjamin kepatuhan regulasi dan kualitas hasil las.

Leave a Comment