Sambungan Las

Sambungan las merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia industri dan proses manufaktur yang berhubungan dengan pengelasan. Ada saatnya beberapa bahan butuh disambung dengan cara pengelasan. Namun saat melakukannya perlu diperhatikan pula jenis sambungan yang dibutuhkan agar hasilnya bisa musikan dengan baik.

Sambungan Las

Macam macam Sambungan Las :

Oleh sebab itulah ada beberapa jenis sambungan las yang pada dasarnya perlu diketahui oleh para tukang las atau siapapun yang akan melakukan pengelasan. Adapun kelima jenis sambungan las yang dimaksud ialah sebagai berikut:

1. Tee Joint (Sambungan T)

Jenis sambungan las yang pertama ini disebut dengan Tee Joint atau sambungan T. Sesuai dengan namanya, sambungan las yang satu ini mempunyai bentuk yang menyerupai huruf T. Adapun tipe sambungan ini banyak digunakan untuk berbagai konstruksi mulai dari konveyor, konstruksi atap dan berbagai jenis konstruksi yang lain.

Sambungan ini dibuat dengan memotong sebanyak 2 bagian pada sudut 90 derajat dimana 1 bagian terletak pada bagian tengah tegak lurus dan membentuk huruf T.

2. Butt Joint

Selanjutnya ada jenis sambungan las bernama Butt Joint. Jenis sambungan las yang satu ini terbentuk dengan cara disatukannya dua bagian. Pada sambungan las ini, kedua objek yang akan dilas akan diletakkan pada bidang yang sama serta saling berdampingan.

Jika dilihat dari segi pengaplikasiannya, sambungan Butt Joint ini merupakan sambungan yang paling sederhana untuk dapat menyatukan objek las. Ada beberapa jenis kampuh yang bisa ditemukan untuk sambungan las tipe ini diantaranya:

  • Bevel-groove butt weld
  • Square-groove butt weld
  • V-groove butt weld
  • U-groove butt weld
  • J-groove butt weld
  • Flare-bevel-groove butt weld
  • Flare-V-groove butt weld

3. Lap Joint.

Selanjutnya ada tipe sambungan las lap joint. Tipe sambungan las yang satu ini menyambungkan dua benda kerja yang saling tumpang tindih foto bertumpukan. Biasanya tipe sambungan seperti ini digunakan untuk objek yang tipis seperti body kereta. Sambungan ini dapat diaplikasikan pada salah satu sisi ataupun pada kedua sisi supaya kekuatannya bisa lebih baik.

4. Corner Joint (Sambungan Sudut)

Tipe pengelasan yang satu ini merupakan sambungan yang terbentuk dari 2 objek kerja dengan cara dilas membentuk huruf L. Tipe sambungan ini sekilas mirip Tee Joint namun yang membedakan terdapat pada ujung objek yang lainnya.

5. Parallel Joint

Jenis sambungan las yang satu ini biasanya diterapkan untuk lembaran logam yang mempunyai tepi berflensa maupun ditempatkan pada lokasi dimana pengelasan perlu dilakukan untuk menempel pada bagian yang saling berdekatan.

Biasanya potongan-potongan akan diatur berdampingan dan dilas pada tepi yang sama. Sementara itu untuk aplikasi yang lebih berat, akan ditambahkan logam pengisi untuk dapat melelehkan atau memadukan tepi guna memperkuat pelat.

Fungsi Sambungan Las

Setelah mengetahui jenis-jenis sambungan las, maka hal tidak kalah penting lainnya adalah mengetahui fungsi dari sambungan las itu sendiri. Pada dasarnya, dilakukannya penyambungan dengan las ini memiliki tujuan tertentu.

Adapun fungsi dari sambungan las tidak lain untuk mengikat dua material logam, dengan catatan bahwa dua material logam tersebut minimal berkekuatan sama dengan material logam yang dilas. Agar proses penyambungan menjadi lebih mudah, maka dibuatlah bentuk sambungan. Tujuannya supaya hasil las bisa maksimal.

Dengan adanya bentuk-bentuk sambungan las, maka proses bisa disesuaikan dengan material yang akan dilas. Semakin mengetahui karakteristik logam yang akan dilas, maka akan semakin mudah pula untuk menentukan bentuk atau tipe pengelasan mana yang akan digunakan.

Tipe pengelasan yang sudah dijelaskan sebelumnya agar membuat hasil pengelasan bisa lebih maksimal. Tentu saja ini juga akan berkaitan dengan hasil akhir logam yang akan dilas. Semakin tepat pemilihan tipe yang diambil maka akan semakin baik untuk menghasilkan material las yang tersambung dengan baik.

Hal ini tidak mengherankan karena tipe pengelasan yang dipilih juga akan menentukan seberapa baik daya ikat antara dua material logam pasca pengelasan.

Demikian informasi mengenai sambungan las meliputi jenis dan fungsinya. Informasi ini bisa menjadi gambaran bahwa dalam melakukan pengelasan dibutuhkan penyesuaian terhadap beberapa tipe pengelasan dengan mempertimbangkan material logam yang akan dilas. Tujuannya supaya hasil las menjadi lebih maksimal. Jika Anda membutuhkan pelatihan tentang pengelasan, Anda dapat melihat profil kami di https://www.allpro.co.id/jasa/pelatihan-welder/

Leave a Comment